Mobil Tua vs. Bahan Bakar Baru: Apa Dampaknya?

Mobil Tua vs. Bahan Bakar Baru: Apa Dampaknya?

Perubahan jenis bahan bakar sering kali menimbulkan pertanyaan bagi pemilik mobil tua. Apakah kendaraan dengan usia lebih dari 10 tahun lebih rentan terhadap perubahan bahan bakar? Apakah penggunaan bahan bakar baru bisa menyebabkan masalah pada mesin?

Jika Anda memiliki mobil lawas, simak dampaknya di bawah ini dan bagaimana cara merawatnya agar tetap dalam kondisi prima!

1. Apa yang Berbeda dari Bahan Bakar Baru?

Sebelum memahami dampaknya, kita perlu tahu apa yang membedakan bahan bakar dengan angka oktan lebih tinggi dibandingkan dengan bahan bakar sebelumnya.

✅ Angka oktan lebih tinggi – Bahan bakar dengan angka oktan lebih tinggi lebih tahan terhadap tekanan sebelum terbakar sendiri, mengurangi risiko knocking pada mesin.

✅ Lebih ramah lingkungan – Beberapa bahan bakar kini mengandung campuran bioetanol yang dapat mengurangi emisi gas buang.

✅ Lebih bersih untuk mesin – BBM berkualitas tinggi cenderung menghasilkan pembakaran lebih sempurna, mengurangi timbunan karbon di dalam mesin.

Namun, bagi mobil tua yang sebelumnya menggunakan bahan bakar dengan oktan lebih rendah, transisi ke bahan bakar baru bisa menimbulkan beberapa tantangan.

2. Apakah Mobil Tua Lebih Rentan Terhadap Perubahan Bahan Bakar?

Mobil tua memiliki teknologi mesin yang berbeda dari mobil modern. Berikut adalah beberapa potensi dampak dari perubahan bahan bakar:

a. Risiko Knocking (Ngelitik) Menurun

Jika mobil tua Anda memiliki rasio kompresi 9:1 hingga 10:1, penggunaan bahan bakar dengan angka oktan lebih tinggi justru lebih baik karena dapat mengurangi knocking atau detonasi yang tidak diinginkan.

Namun, jika mesin mobil Anda didesain untuk bahan bakar dengan oktan lebih rendah, perubahan ini mungkin tidak memberikan manfaat signifikan selain pembakaran yang lebih bersih.

b. Dampak Bioetanol pada Komponen Mesin

Bahan bakar baru yang mengandung bioetanol dapat berefek pada mobil tua, terutama yang masih menggunakan material berbasis karet atau logam lama, seperti:

🔹 Selang bahan bakar dan gasket – Beberapa mobil tua menggunakan karet alami yang lebih rentan terhadap bioetanol, sehingga bisa lebih cepat getas atau bocor.

🔹 Karburator dan injektor – Jika mobil Anda masih menggunakan karburator, residu dari bioetanol bisa mempercepat korosi atau penyumbatan jika dibiarkan dalam waktu lama.

🔹 Tangki bahan bakar logam – Pada mobil tua dengan tangki bahan bakar berbahan logam, bioetanol bisa meningkatkan risiko karat jika ada kelembapan yang tinggi.

👉 Solusi: Jika mobil Anda termasuk kategori ini, pastikan memeriksa selang bahan bakar secara rutin dan menggunakan aditif khusus yang melindungi komponen dari efek bioetanol.

c. Apakah Mesin Akan Lebih Boros?

Salah satu kekhawatiran utama pemilik mobil tua adalah apakah konsumsi bahan bakar akan meningkat setelah perubahan ini.

Faktanya, mobil tua yang awalnya dirancang untuk bahan bakar dengan oktan lebih rendah mungkin tidak bisa memanfaatkan efisiensi penuh dari oktan lebih tinggi.

🚗 Jika sistem pembakarannya masih konvensional (karburator), perubahan bahan bakar ini mungkin tidak memberikan peningkatan efisiensi yang signifikan.

🚗 Jika menggunakan injeksi bahan bakar (EFI), maka ECU bisa menyesuaikan timing pengapian untuk memaksimalkan pembakaran dan meningkatkan efisiensi bahan bakar.

👉 SolusiJika konsumsi bahan bakar terasa lebih boros, coba lakukan penyetelan ulang timing pengapian atau servis ringan di bengkel terpercaya.

3. Bagaimana Cara Menyesuaikan Mobil Tua dengan Bahan Bakar Baru?

Jika Anda memiliki mobil lama, berikut beberapa langkah untuk mengurangi risiko dari perubahan bahan bakar:

✔️ Periksa selang bahan bakar dan gasket – Pastikan tidak ada kebocoran atau tanda-tanda getas setelah menggunakan bahan bakar baru.

✔️ Bersihkan karburator atau injektor secara berkala – Untuk mencegah penyumbatan akibat residu bahan bakar lama.

✔️ Gunakan aditif bahan bakar jika perlu – Beberapa produk dapat membantu mengurangi efek bioetanol dan meningkatkan pelumasan dalam sistem bahan bakar.

✔️ Pastikan timing pengapian sesuai – Jika mesin terasa lebih boros atau kehilangan tenaga, lakukan penyetelan di bengkel terpercaya.

✔️ Gunakan bahan bakar dari SPBU resmi – Untuk memastikan kualitas bahan bakar yang lebih terjaga dan bebas dari pencampuran zat berbahaya.

Kesimpulan: Apakah Mobil Tua Aman Menggunakan Bahan Bakar Baru?

✅ Ya, mobil tua masih bisa menggunakan bahan bakar baru, tetapi perlu perhatian ekstra pada beberapa komponen seperti selang bahan bakar, injektor, dan tangki bahan bakar.

✅ Efisiensi bahan bakar bisa meningkat atau tetap sama, tergantung sistem pembakaran mobil (karburator vs. injeksi bahan bakar).

✅ Jika mesin terasa lebih kasar atau boros, lakukan penyetelan ulang pada timing pengapian.

✅ Pastikan selalu melakukan servis rutin untuk mencegah efek negatif dari perubahan bahan bakar.

Jika Anda khawatir dengan dampak bahan bakar baru terhadap mesin mobil, Hosho Care Plus siap memberikan perlindungan ekstra! 🚗💡

📌 Dengan garansi tambahan dari Hosho, Anda bisa lebih tenang jika terjadi masalah pada mesin akibat bahan bakar.

🔎 Tertarik? Cek informasi lebih lanjut tentang garansi kendaraan Hosho dan pastikan mobil Anda tetap aman dan terlindungi!

Next
Next

Keunggulan Hosho Care Plus untuk Kendaraan Baru & Lama